Monday, January 11, 2016
Midnight Monday Vol. 1
Hello!!
Dulu aku pernah punya lini aksesoris namanya Lady Locker. Tapi sekarang aku punya yang baru namanya Midnight Monday!
Alhamdulillah, Midnight Monday sudah masuk bulan ke dua dari sejak tanggal pembuatan yaitu di tanggal 18 November 2015 lalu. Pendirinya adalah saya dan sahabat namanya Annona.
Nah, koleksi perdana ini kita luncurkan bersamaan dengan malam puncak penobatan Miss KidZania 2015 pada tanggal 20 Desember 2015. Volume 1 kita beri nama Sweet Safari, terinspirasi dari koleksi aksesoris dengan tren binatang dipadu dengan manisnya warna-warni yang juga terilhami oleh indahnya taman konservasi di seluruh dunia.
Lihat cuplikannya yuk!
Btari Keshya Valerie, Miss KidZania 2013 juga mengenakan aksesoris dari Midnight Monday lho.
Nah ini cuplikan dari Vol. 1.. :)
Buat lebih lengkapnya sila mampir ke tokonya yaa! Di:
facebook fanpage : Midnight Monday
Instagram : @midnightmonday.id
Tausiyah Cinta the Movie
Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang yang entah siapa dan di mana saat ini.Untukmu yang jauh di sana, terkadang mata ini iri kepada hati, karena kau ada di hatiku namun tidak tampak di mataku.
Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini masih ingin menunggumu, meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan.
Hati ini meyakini bahwa kau ada, meski entah di belahan bumi mana.
Yang aku tahu, kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu, di sini, di sisiku.
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya, aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintai-Nya.
Sekalipun kita belum pernah bertemu, mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama, tersenyum menatap rembulan yang sama.
Di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu.
- Tausiyah Cinta
Kutipan puisi pada halaman 94 di dalam buku bersampul manis berwarna pink origami bangau, Tausiyah Cinta inilah yang menjadi cakupan inti dari film dengan judul yang sama, Tausiyah Cinta.
Kamis tepat jam 7 malam WIB berlokasi di XXI Blok M Square, aku, Irma dan Lelly nonton bareng (no-bar) atas undangan dari Tim Bedasinema Pictures yang mengundang para bloggers untuk melihat film Tausiyah Cinta premiere. Pak Ibas yang bertugas menjadi PIC Escort untuk tamu undangan sedikit mengobrol dengan kami sebelum filmnya mulai. Beliau bilang, nanti saat nonton filmnya pasti beda. Karena kami sangat menjaga kualitas film dimulai dari para pemainnya. Saat proses produksi para pemain tidak ada yang bersentuhan, apalagi bila ada dalam satu frame. Sama sekali dijaga :) jika ada adegan pelukan pun hanyalah adegan ibu dan anak (ibu dan putri, adegan Rei dengan ibu dan Azka dengan ibu. Tapi apakah pemeran ibu dengan Azka beneran ibunya Azka-kah?).
Pada pagi hari beberapa jam sebelum pergi ke XXI, aku pasang status di Path dan tag temanku yang salah satu penulis di buku Tausiyah Cinta. Ia juga berpesan, bahwa film ini beda dengan film-film biasa yang kita tonton dengan dana milyaran. Walau dengan budget terbatas namun tetap asik ditonton.
Dan benar saja, setelah kutonton film Tausiyah Cinta ini memang beda (bukan TVone ye... ;D). Perbedaan itu ada yang positif dan negatif. Karena ada beberapa hal yang ingin ku-review dari film TC, maka aku buat dengan beberapa part.
1. Pemain
Tokoh sentral film TC ada 3. Azka Pradipta (Hamas Syahid) seorang pemuda sholeh berwajah tampan, memiliki karir cemerlang di bidang arsitek, sedikit perfeksionis. Keimanannya diuji ketika musibah secara beruntun datang menerpanya. Lefan Aurino (Rendy Herpy), pebisnis muda yang sudah hidup dengan mapan, hadir dari keluarga salah komunikasi menyebabkan ia bertanya-tanya tentang kearifan Tuhan. Dan Kareina Zahra (Ressa Rere), muslimah yang masih mahasiswi dengan prestasi gemilang, bercita-cita ingin membahagiakan orang tuanya dengan menikah. Kualitas pemain utama cukup bagus. Akting natural dari Ressa Rere sebagai mahasiswi cukup meyakinkan. Namun sedikit over pada Rendy Herpy yang berakting laiknya drama televisi kebanyakan. In my words, "Too much drama". Hamas Syahid juga masih terlihat kaku di beberapa scene. Bagian favorit yang bisa kamu ingat terus ada pada scene Hamas sedang menghapal surat namun tidak selesai dan dibantu oleh para jemaat yang sedang mendengarkan hingga selesai (FYI, ternyata Ustadz kembar 3 itu jadi cameo, and nailed it pump up the tension! ;) )
Pemain tambahan ada pada Afian (Zaky ZR), pemuda sederhana dengan keahliannya di bidang menulis buku-buku tentang Islam menginginkan impiannya untuksegera menikah, namun terganjal dengan kesehatan orang tuanya. Akting Zaky cukup bagus, laiknya ikhwan dengan rasa gugup saat bertemu akhwat, apalagi berani meminang.
Yang cukup mengherankan, akting yang menonjol ada pada tokoh teman sekantor Azka (lupa namanya & tokohnya siapa...) yang sedikit menyebalkan bikin kesel penonton. Aktingnya sebagai orang nyebelin terlihat bagus dan seperti sudah biasa tampil di depan kamera. Orang bilang antagonis itu memang seru, dan dia berhasil nunjukkin itu.
Selebihnya aktor-aktor senior yang malah menjadi sisipan 'mengejutkan' di tengah-tengah film. Seperti Irwansyah sebagai Fattih, teman Azka dari Jerman, Peggy Melati Sukma sebagai ibu Kareina dan Seffira Meyda sebagai Bu Aufa. Tanpa banyak komentar, akting mereka tidak perlu dikhawatirkan walau hanya sebagai pendukung.
2. Cerita
Kisah film TC berdasarkan puisi pada buku pertama yang berjudul sama (puisi yang telah ditulis di atas). Dari segi cerita cukup kuat karena tidak lepas dari Al-Qur'an sebagai pedoman. Mengambil dari sisi manusia yang mencari cinta sejati, namun tak lepas dari syariat Islam. Sebagaimana kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran. Lalu, bagaimana kalau kita enggak pacaran terus gimana kita bakalan menikah? Yap, film ini mendobrak stigma masyarakat yang--walau sudah mulai sedikit demi sedikit terbuka dengan syariat Islam--masih tabu dalam pencarian kisah cinta dalam Islam. Dari rasa yang mulai tumbuh, lalu khitbah hingga pada proses ta'aruf yang sesuai syariat. Penonton akan sedikit dikejutkan dengan plot twist yang terjadi pada tengah hingga akhir kisah. Plot omnibus juga menjadi poin penting sebagai daya tarik film TC. Namun sebuah film tiada yang sempurna. Beberapa kejanggalan jelas terasa di beberapa adegan. Misal, saat Lefan mendapat telepon dari salah seorang sahabat yang berada di luar negeri, which is clue-nya dari kode telepon yang terpampang di layar telepon. Which is I know it's from UK, because the code is +44. Namun sayangnya tidak dijelaskan pada percakapan di telepon. Tidak ada sisipan detil mengenai sahabat berada di lokasi mana, cuaca apa, lagi apa, pekerjaan apa... yang terjadi adalah langsungnya Lefan mengajak dugem. Wait--wait, where's waldo? *over confuse*
Overall, dari beberapa bloopers cerita tetap puitis seperti puisinya. Manis dan hayati.
Dan terus yang kulihat di poster Kareina selalu memegang panahan. Apakah ia seorang pemanah? Kenapa aku nggak sadar itu di mention di filmnya ya? Atau aku lagi tidur saat adegan panahan itu? Somebody please tell meeee...... T,T
3. Sinematografi & Sound
Nah ini yang paling krusial. Aku bukan orang film, namun penikmat film. Dan penikmat film, butuh kemanjaan mata pada pengambilan gambar adegan-adegan. Pada awal-awal film terasa seperti masih amatir dengan pengambilan gambar terlalu zoom in pada wajah seperti sinetron (untungnya gak di zoom out terus balik lagi ke zoom in, terus zoom out.... terus zoom in.... *auk amat*). Pengambilan shot seperti fokus pada wajah mengaburkan fokus cerita dan layar belakang, seperti dia lagi dimana tadi ya?. Seperti pengambilan wajah Azka dan Lefan terlalu berlebihan. Yaaassss mama we know they are beautiful handsome men. Tapi ingat loh kak, ini kan film Islam yang syar'i. Dengan adanya zoom in pada Azka dan Lefan bikin penonton akhwat terkadang senyum-senyum sendiri, Masya Allah.... ada baiknya dihindari atau dikurangi supaya mata para akhwat jangan terlalu dimanja berlebihan oleh ketampanan para pemain. Beberapa gambar juga kadang diambil secara paksa dan perpindahannya kurang halus. Tapi adegan favoritku ada pada shot story Kareina berbusana gamis diiringi puisi. Emosi penonton diajak mendayu dan terhanyut dengan perjalanan pencarian cinta ketiganya. Sound. Untuk sound/suara agak sedikit mengganggu. Lagu-lagu soundtrack terasa sedikit 'dipaksa' masuk ke adegan. Padahal hanya alunan instrumen dari musiknya pastilah terasa cukup manis dan pas. Terkadang musiknya datang terlalu kencang, lalu terlalu kecil, lalu berhenti mendadak tanpa adanya shufflin' dengan adegan berikutnya. Kadang emosi penonton yang sudah oke jadi mood swing yang penuh apostrof (halah!).
4. Pakaian & Tata Rias
Sesuai syariat Islam dan profesional pada tempatnya. Lefan si pebisnis muda pas dengan tampilan yang clean cut dan eksklusif. Busana muslim Kareina juga tidak berlebihan maupun kurang. Pas dan menunjukkan sosok Muslimah yang sholehah. Untuk tata rias beberapa scene terlihat tampilan Azka dan Lefan dengan bedak yang terlalu tebal dan kurang natural. Bagi yang tahu dengan adegan musibah Azka pasti memperhatikan luka di wajah Azka. Ini cukup menarik karena luka pada wajah Azka diperhatikan dengan detil. Seperti proses dari luka basah hingga menjadi kering lalu menjadi goresan/scar yang membekas.
Ini sih bukan review ya, tapi kritik film ;)
Tapi dimana ada karya pasti ada kritik dan saran membangun. Sepenuhnya tulisanku ini adalah perhatian penonton yang menginginkan adanya film-film serupa, namun kedepannya menjadi lebih baik lagi walau ada satu-dua hal yang menghalangi. Namun apalah saya yang bukan siapa-siapa :)
Seperti kutipan dari hadis, jika bergantung pada manusia yang ada hanyalah kekecewaan semata. Sedangkan jika mengandalkan Allah dalam hidup, niscaya tenteram hidup ini.
So overall, Tausiyah Cinta tontonan menarik yang nggak boleh dilewatin bulan ini. Mari kita hijrah dan jemput cinta-Nya dengan jalan yang Ia kehendaki.
Seperti kutipan ayat yang terkandung di Q.S An-Nur; 26:
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik."
Semangat untuk Bedasinema Pictures & TC crews! Teruslah berdakwah tanpa lelah.
Thursday, December 31, 2015
Re-vamp your Books
Hoi Hoi!
Last day of 2015 and I'm BLOG! So... what kind of news should I post?
Only a tutorial how to cover your un-interesting book. It's so simple, everyone can do this. But I'll show you my way.
Here you go.
First things first, you need the equipment like;
- Pattern gift paper
- Plastic cover wrap
- Clear tape
- Exacto knife or cutter
- Scissors
- Ruler
- Book
Picture No. 2 & 3:
I skip how to cover the book, because yes, everyone can do that. Or if you can't, choose someone to cover up. And after you cover the book, please do more check more than once for not flippin' the first page into the back side.
And here's a gift paper with birthday cakes pattern. I love this pattern! I cut some and arrange to the cover. Free to arrange, depends your mood :)
And after you set collage, stick it with glue.
Almost done.
Make your own book title just by hand drawing. And give a little 'sweetness' on back side too.
Don't forget to give book number on side too.
Cover with book plastic cover, zip it with clear tape and voila! It's done! Yay!
Thursday, November 12, 2015
The Lady Lockers Story
I've got so many people frequently asked about the meaning of my blog title, Lady Locker. Well yes I'm not telling you about this before in my blog. So lemme explain about it :)
Once upon a time, there are 2 girls who got the opportunity as partners in one establishment in KidZania JKT circa 2009.
continue in bahasa aja ya... (lazy mode on)
(and I wrote the story like an author... because it's our fairy-tale.)
Mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Gadis pertama yang lebih dahulu bekerja di departemen artistik bernama Ommy, memiliki nama asli Cindy Marietta Asri. gadis kedua, yaitu gadis pendatang baru di departemen artistik bernama Jelita Dian Andini atau Jelly, biasa teman-temannya memanggil. Kemudian mereka ditempatkan di establishment bernama Vita's Locker (yang kemudian mendapat sponsor lalu berubah nama menjadi PIXY & GATSBY Modeling School).
Selang 3 bulan, Ommy & Jelly sudah mulai bersahabat erat. Ketika teman-teman lain mendapat rolling peran di tempat lain, kami dipilih lagi untuk 3 bulan selanjutnya. Setelah itu pihak kantor mulai mempercayai mereka dan koordinatornya, Kiki, untuk berbelanja kebutuhan establishment seperti pembaharuan busana & aksesoris dan hiasan establishment, selama tidak menganggu atau merubah aktivitas. Di caturwulan kedua itulah Ommy & Jelly mulai mendapat pengakuan atas effort mereka akan totalitas kerja (bahkan kelewat totalitas), seperti memakai tematik outfit hampir setiap harinya.
Di tahun yang sama, booming blogger lokal semakin pesat, seperti Diana Rikasari, Sonia Eryka, Cindy Karmoko, Cindy Biantoro dan lainnya, Ommy pun terbersit ide untuk membuat blog yang memuat kisah busana kerja bertema yang dikenakan Ommy & Jelly saat bertugas di Vita's Locker. Ide ini disetujui Jelly dan diamini oleh Kiki. Bahkan Kiki membawa kamera DSLR nya hanya untuk memotret mereka berdua. Terkadang ide tema berasal dari Kiki. Tidak hanya busana saja yang bertema, namun berlanjut ke aktivitas fashion show, aksesoris dan update fashion terkini. Ketika Jelly mulai merencanakan pembuatan blog yang dimulai dengan email, mereka tersandung sebuah kendala; apa nama blog kita?
Tahun 2010 style Lady Gaga mulai terkenal dengan gaya eksentriknya, disusul Katy Perry. Kiki yang menjadi fans Lady Gaga terkadang menyisipkan ide tematik busana pada Ommy & Jelly menjadi lebih fantastis dan terkadang diluar nalar yang membuat para rekan kerja establishment lain 'mampir' ke tempat mereka sebelum bekerja, hanya sekadar bertanya, "Jadi apa hari ini?" ;D
Karena kegilaan di tahun tersebut Ommy mencetuskan ide, "Bagaimana kalau nama blog kita Lady Locker? Secara si bundo (sebutan untuk Kiki, karena hobinya yang terkadang suka ngatur kayak emak-emak ;P) kan suka banget sama Lady Gaga, terus kita kan lagi jaga di Vita's Locker. Lagian kita suka nongkrong juga kan di loker cewek lama-lama hehehe..." dan dimulailah petualangan kami sebagai blogger fashion tematik.
Eksistensi Ommy & Jelly sebagai pekerja dengan busana tematik setiap harinya tidak lantas lancar seperti yang disangka. Tetap berjalan walau banyak hambatan dan kendala seperti peraturan perusahaan yang mewajibkan memakai seragam saat sebelum atau sesudah bekerja (karena sebelumnya mereka memakai busana tematik dari rumah) dan beberapa busana yang terkadang melanggar norma aurat (namun masih dalam batas kewajaran, seperti busana tanpa lengan atau terlalu ketat). Begitu banyaknya cobaan tidak menyurutkan Ommy & Jelly di bidang yang sedang digeluti yaitu fashion. Bukannya berkurang, namun 'anggota' dari Lady Locker semakin banyak, karena disaat Ommy atau Jelly ada yang tidak bisa masuk maka beberapa teman ada yang menggantikan. Seperti Desti, Dwisca, Anggi, Syahla, Vita (2010) yang terkadang silih berganti bertugas di Vita's Locker. Dan tepat di Oktober 2010 adalah moment bersatunya kami sebagai Lady Locker, yaitu mendatangi Jakarta Fashion Week 2011 di Pacific Place, Jakarta.
Kemunculan mereka yang eksentrik dengan busana yang berragam menjadi pusat perhatian di beberapa show. Mendapatkan keuntungan undangan front row seats di beberapa show desainer ternama seperti (alm) Adesagi, Urban Crew, Lenny Agustin dan Mazda fashion designers. Para awak media cetak maupun online pun mengabadikan style Lady Locker & The Gank ke dalam kolom fashion. Ya, mereka sempat membuat kehebohan baik sebelum berangkat yaitu di kantor dan di red carpet :).
Keseruan persahabatan Lady Locker tidak berhenti sampai disitu. Keikutsertaan pada ajang Miss KidZania Jakarta 2011 semakin menunjukkan kekompakan baik dari segi teamwork maupun busana (yap, we can't leave fashion for a minute at the moment! :D ). Namun cobaan kembali diberikan. Terdapat tuduhan karena menggunakan busana yang kurang sopan saat pemberian piala penobatan membuat Lady Locker & team terancam direnggut kebebasan berbusana. Ultimatum diberikan oleh pemilik perusahaan bahwa Lady Locker dilarang menggunakan busana fashion bebas SELAMANYA. Bagi Ommy & Jelly atau Dwisca dan Desti, fashion lah yang membuat mereka semangat untuk bekerja. Karena fashion mereka bisa involve untuk lebih baik dalam performance bekerja. Ultimatum tersebut laiknya Barbie yang direnggut dari anak kecil yang lugu :(. (Barbie?) tanpanya, hari abu-abu datang menyapu bersih nuansa pelangi dalam kehidupan.
Masa kelam itu kembali pergi seiring datangnya sponsor yang akhirnya tertarik untuk bergabung di KidZania yaitu PIXY & GATSBY. Namun sayangnya establishment yang semula berpenampilan butik trendi & gaya berganti menjadi sekolah model & make up bernuansa modern minimalis. Nama Vita's Locker berubah menjadi Modeling School. Perubahan itu semakin nyata ketika pasangan kerja yang telah terjalin selama 1,5 tahun Ommy & Jelly harus ber'cerai' lantaran permintaan sponsor yang menginginkan setiap shiftnya harus berpasangan pria & wanita. Maka lelaki pilihan yang mendampingi mereka jatuh pada Rizki Fran dengan Ommy dan Zia Jumara dengan Jelly. Bagaimana dengan tematik fashion yang telah mereka terapkan? Apakah terus berjalan? Tidak. Tematik fashion berlaku hanya untuk visitor sesuai mandat pemilik dan para pekerja memakai seragam. Namun blog Lady Locker terus berjalan.... yang pada akhirnya dikelola secara perseorangan oleh Jelly sebagai blog personal yang memuat seputar minat dan cerita harian.
Pada 2012 Ommy mendapatkan promosi di divisi customer service, sementara Jelly, Desti, Dwisca dan Syahla tetap di di departemen artistik. Persahabatan Ommy & Jelly masih berjalan. Pada awalnya mereka terikat oleh suatu pekerjaan, kemudian interest masing-masing menemukan titik sambungan hingga mereka seperti tak terpisahkan. Laiknya persahabatan perempuan, selain fashion tentunya banyak taste yang sering mereka bagi. Seperti kebodohan saat jatuh cinta, sakitnya patah hati, sulitnya pekerjaan, masalah pertemanan, keluarga dan lain-lain.
Puncaknya berada saat mereka menyukai pria yang sama. Sama-sama jatuh cinta dan sama-sama patah hati hingga tanpa sadar menyakiti hati hingga hitam dan diri masing-masing. Bahkan melukai hati sahabat mereka yang lain tanpa sengaja. Masa kegalauan itu terus datang berbulan-bulan, tanpa tahu apa ujung penyelesaiannya. Jelly menyayangi Ommy lebih dari pria yang mereka pilih karena ia mengenal Ommy lebih lama, ketimbang lelaki itu. Maka suatu hari Jelly mengadakan pembicaraan terbuka mengenai rasa sakit yang terus menderu mereka berdua, karena ia ingin ini semua selesai. Usai berbagi kisah patah hati itu mereka pulang dengan hati yang lega. Namun, kegalauan terus melanda hati mereka. Rasa gundah itu belum usai. Gulana itu belum juga mau pergi. Apa dan kemana kami harus melangkah pergi? Rasa dengki itu terus datang hingga sulit dimusnahkan! Apa solusinya??
Hingga akhirnya mereka menemukan jawaban pasti dari sebuah kutipan, "kembalikan semuanya kepada Allah SWT Sang Maha pembolak-balik hati manusia."
Dan di 24 Maret 2013, Jelly merasakan hidayah untuk segera berhijab. Hati yang dahulu pernah terasa hitam lambat laun tersapu bersih karena mencoba rasakan ikhlas. Fokus hanya untuk Allah SWT ia rasakan makin kencang. Rasa galau yang ia rasakan dahulu makin ia mengerti bahwasanya itu hanyalah godaan syaiton supaya manusia semakin terpaku pada kesedihan. Semakin mencari tahu, semakin ia mengerti bahwa rasa patah hati itu adalah cobaan terbesar dari Allah SWT supaya ia sadar bahwa sudah terlalu jauh tenggelam pada nikmat dunia.
Selang 6 hari tepat di tanggal 30 Maret 2013 pada ulang tahun Ommy yang ke 24, Ommy memberitahukan bahwa ia memutuskan untuk berhijab. Tanpa janjian, tanpa pemberitahuan, mereka berdua berbagi kisah dibalik hikmah beristiqomah untuk lebih baik dengan hijab, salah satunya karena kisah patah hati. Dalam chatting via bbm mereka berdua saling tertawa, menangis dan saling mendoakan kalau hijab adalah pilihan tepat untuk menjadi wanita yang lebih baik, bahwa kisah pahit yang telah mereka rasakan adalah bentuk kasih sayang Allah SWT yang menguji iman insan manusia, bahwa sesungguhnya mereka berdua sangat bersyukur dengan adanya rasa pedih yang telah lalu adalah jalan bersama menuju hijrah.
Jalinan komunikasi terus berjalan walau hampir berbulan-bulan Ommy & Jelly tidak saling bertemu secara fisik. Jelly disibukan dengan aktivitas bekerja di posisi baru divisi Content dan Ommy yang terus tanpa henti berdakwah via sosial media. Hingga pada tanggal 30 Maret 2014, Jelly memutuskan untuk bertemu dengan Ommy di hari ulang tahunnya. Ia memaksa Ommy untuk bertemu lantaran selain kangen, ia ingin sekali bercerita banyak kisah dalam setahun belakangan.
Dan pada hari ulang tahun Ommy yang ke 25, mereka memutuskan bertemu di Gandaria City Mall namun Jelly menjemput Ommy di Pacific Place terdahulu. Lama tak bertemu membuat mereka saling mengernyitkan dahi tak percaya lalu diakhiri tertawa. Rasa kangen itu pun pecah.
Sesampainya di Gandaria City, mereka bingung harus makan apa. Usai sholat dzuhur mereka putuskan untuk mencoba di salah satu restoran gaya Spanyol Churreria dan kisah kasih pun dimulai. Awal percakapan dimulai dengan kisah patah hati 2 tahun lalu. Lalu bertanya soal lelaki yang dikabarkan akan meminangnya di tahun depan, tetapi Ommy tidak ingin berpacaran, maka komunikasi dilakukan hanya via text. Bahkan Ommy berangan-angan jika kelak ia menikah akan dilakukan dengan syariat Islam, diawali dengan proses ta'aruf. Begitu pun Jelly, bercerita bahwa sekarang ia tidak mau berpacaran karena sudah mengetahui di Islam tidak ada yang namanya pacaran. Diakhir percakapan Jelly bertanya pada Ommy, "Ommy udah ngerasa ikhlas belum sama yang udah-udah kemarin?" dan Ommy menjawab dengan khas senyum lembutnya, "Insya Allah ikhlas Jell."
Lama berkeliling namun mereka lupa untuk saling selfie. Hingga akhir saatnya pulang mereka baru sadar bahwa belum ada foto yang terrekam. Akhirnya mereka mengambil selfie di parkiran motor ;')
Hari ulang tahun Ommy telah berlalu. Mereka pun terus melakukan komunikasi via bbm merencanakan hangout berikutnya yaitu di event Hijabers Community. Namun apa daya, Allah kembali menguji persahabatan mereka.
Selang 2 minggu dari ulang tahun Ommy yang ke 25, Ommy dipanggil Allah SWT untuk selamanya. Tepat di tanggal 18 April 2014. Tangis Jelly pecah. Karena ia menyesal banyaknya telepon dan pesan yang masuk pada hari itu tak ia gubris lantaran handphone sedang tak dipegang seharian. Rasa duka mendalam tidak hanya pada Jelly..... namun pada semua sahabat yang pernah merasakan kehangatan kasih sayang Ommy semasa hidup.
Hingga hari ini, Jelly--tidak, hampir seluruh sahabat masih terbayang-bayang kelembutan Ommy yang selalu sabar di segala situasi. Hampir mereka rasakan Ommy adalah wanita sebenarnya ramah dan lembut dan jarang marah. Ommy yang bersahabat baik dengan Aliando (sebelum ia terkenal) dan fans berat Zayn Malik-nya ex-One Direction :')
Banyak.... banyak sekali kisah luar biasa dari pribadi almarhumah Ommy yang tertinggal secara baik di diri masing-masing sahabat. Hingga kini masih terus tersiar kabar-kabar baik itu, bahkan karena almarhumah, Jelly bisa bertemu dengan orang-orang baru, sahabat-sahabat baru dan masih banyak lagi. Tabir dakwah di sosial medianya pun melekat dan tak akan pernah terhapus. Seperti..... Ommy ingin meninggalkan kisah baik di mata sahabatnya dan dalam pengertian yang baik, bukan untuk cari muka.
Sekarang, Lady Locker secara resmi dipegang oleh Jelly. Namun bukan lagi sebagai blog fashion, tetapi personal. Dan bagi siapa yang ingin mengenal Jelly bisa mengetahui isi tulisan dan postingannya di blog, karena apa yang ia tulis adalah murni mengenai minat dan soal kehidupan, bukan untuk mencari sensasi mencari keuntungan (namun bila suatu hari mendapat untung dari tulisan, itu boleh juga).
Terkadang Jelly teringat akan suatu tulisan Ommy di salah satu tweetnya.
Kira-kira seperti ini, @ommyfnickye kangeeeeeennnn.... :(((((((("
Lalu Jelly iseng bertanya, "Duh lagi kangen sama siapa sih mmy?? RT @ommyfnickye kangeeeeeennnn.... :(((((((("
Dan dibalas seperti ini, "Lagi kangen sama Rasulullah jelll...... :((( @quirkyjelly"
Masya Allah.
Semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah Subhanahu wata'ala. Amin allahuma aamin.....
Dari kami yang merindukanmu. Selalu.
Dari kami yang merindukanmu. Selalu.
IN MEMORIAM
Our beloved daughter, bestie, sister, niece.... best ever.
Cindy Marietta Asri binti Sutan John Rizal
30 Maret 1989 - 18 April 2014
Picture taken at motorcycles parking lot, Gandaria City Mall (30032014)
Pictures taken at Churreria, Gandaria City Mall (30032014)
Tuesday, October 13, 2015
project project
I make a confess.
I am a super lazy person.
I knooow it's baaadd... those laziness coming when productivity time. Sometimes I've made all in my mind and not pouring into paper or some kind of notes.
Jadi ceritanya ini adalah kali kesekian aku mau buat sesuatu yang berhubungan dengan fashion. I named it Honey Jelly in the Noon. kenapa namanya begitu? It sounds catchy. Semogaaaaa kali ini bisa terrealisasi dengan baik! Amin!!!










